Pilar jadi pilat, kontrol jadi kontol

Posted by Jarar Siahaan on Sep 8th, 2009 and filed under bahasa. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Terdapat banyak kata dalam bahasa Indonesia yang jika salah tulis satu huruf saja bisa “berbahaya”. Begitu pula dalam bahasa Batak Toba.

Oleh Jarar Siahaan — Blog Berita dot Net

Gambar: inilah.com

Gambar: inilah.com

Di dunia tulis-menulis seperti menulis artikel di situs berita Internet, suratkabar, atau buku, lazim ada petugas khusus yang disebut sebagai editor atau korektor bahasa. Tugasnya terutama untuk memeriksa penulisan kata, penempatan tanda baca, hingga benar-tidaknya susunan suatu kalimat menurut ejaan bahasa Indonesia.

Wartawan lapangan atau reporter, sebagai contoh, sangat mungkin sering salah menulis kata secara tidak sengaja. Keletihan meliput di lapangan, diburu tenggat-waktu, atau karena tombol huruf pada keyboard komputer yang lengket bisa membuatnya menulis kata-kata secara salah. Sebab itulah diperlukan redaktur dan juru periksa bahasa.

Aku sendiri punya pengalaman kesalahan menulis kata yang sering terjadi, bahkan sampai saat ini. Penyebabnya karena aku mengetik 10 jari.

Ada satu kata yang hampir selalu salah kuketikkan, yaitu kata “sebagian”, yang kutulis menjadi “sebagai” atau “sebagaian”. Ini karena dalam menulis mungkin jari-jari tanganku sudah hapal mengeja “sebagai”, karena memang kata ini lebih banyak dan sering muncul ketimbang kata “sebagian”. Maka setiap menulis “sebagian”, aku selalu berhenti beberapa detik untuk memerhatikan ejaannya.

“Kapolda Sumut dicari bandar togel”

Misalkan koran sebesar Kompas salah menulis judul berita “Kapolda Sumut dicaci bandar togel” menjadi “Kapolda Sumut dicari bandar togel”. Bisa-bisa Kompas digugat ganti-rugi pencemaran nama baik hingga ratusan juta rupiah. Kapolda menggugat karena dia terpojok diberitakan dicari-cari bandar togel, seolah-olah dia dapat angpao bulanan dari togel. Si cukong judi togel juga marah karena ditulis mencari Kapolda. Padahal berita yang sesungguhnya adalah kinerja positif Kapolda, dia tegas menindak togel sampai-sampai para bos judi marah dan mencacinya. Contoh kasusnya begitu.

Berikut ini beberapa contoh kata dalam bahasa Indonesia yang berbeda satu huruf dalam penulisannya. Gawat kalau salah ketik dalam kalimat.

Jenis penis yang tidak putus

  • Baru-baru ini Tempo Interaktif menulis artikel berjudul Tujuh jenis pahala yang tidak putus. Bayangkan bila salah tulis menjadi Tujuh penis yang tidak putus.
  • Babi suka makan bayi. Padahal, contohnya, yang dimaksud adalah Bayi yang suka makan daging babi.
  • Pak Haji itu orangnya pekak. Padahal yang dimaksud adalah peka atau tinggi rasa sosialnya.
  • Orang jelita perlu dibantu. Orang jelata perlu dibantu.
  • Lonceng dipukul kencing. Ini lonceng yang terlalu sensitif. Contoh seharusnya Lonceng dipukul kencang.
  • Pekan depan Dekan datang. Bisa salah tulis menjadi Pekan dekan depan datang.
  • Anang-Krisdayanti ceria di pengadilan. Salah menulis kata cerai.
  • Ucok mencabuli rambut Butet. Bandingkan dengan Ucok mencabuti rambut Butet.
  • Si Bintang dibanting. Daripada Si Banting dibintang.

Kata dalam bahasa Batak

Ini contoh kesalahan menulis kata yang berakibat fatal dalam bahasa Batak. Benar-benar terjadi, bukan rekayasa seperti kasus-kasus di atas. Seorang teman wartawan di Balige pernah mengirim berita ke redaksinya tentang Partai Pilar. Tanpa disengaja oleh redaksi, kata yang muncul besoknya di koran adalah Partai Pilat.

Ini sangat gawat. Pengurus parpol tersebut bisa marah, karena partainya dilecehkan sebagai “partai penis”. Teman wartawan itu lalu buru-buru menutup dan menipeks kata Pilat menjadi Pilar, barulah suratkabarnya dibagi oleh loper.

Sama bahayanya jika kata “kontrol” ditulis menjadi “kontol”. Dan masih banyak contoh kata lain yang cuma berbeda tipis satu huruf namun bisa berdampak fatal.

“Presiden SBY suka makan kingkong”

Syahdan, Blog Berita suatu ketika menulis artikel berjudul Presiden SBY waktu kanak-kanak suka makan kingkong. Mampus aku! Langsung datang agen bis ALS BIN menjemputku.

“Kau menghina Presiden RI!”

“Maaf, Pak BIN, bukan salahku. Tombol laptopku yang salah. Seharusnya tadi aku mengetikkan kata singkong.”

tafbutton blue16 Pilar jadi pilat, kontrol jadi kontol

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!

Masukkan email Anda untuk BERLANGGANAN GRATIS:

Setelah diklik, ikuti petunjuk dari FeedBurner, cek email Anda.

Jumlah pelanggan Blog Berita via RSS & email Cara tampilkan fotomu pada komentar. Jumlah Pembaca KLIK DI SINI

6 Responses for “Pilar jadi pilat, kontrol jadi kontol”

  1. Luhut Siahaan says:

    lucu kali bang jarar ini ya…..
    hebat bang, ternyata kau juga dulunya mantan pelawak ya, mantan grupnya si jurtul (daulat siahaan)….ha..ha…haaa…….
    lanjut bang, sukses di jurnalistiknya via blog2 mu yg muantap.
    gabe jala horas, tabe sian hami di kota depok

  2. Afila says:

    Wah kalau gitu kerja sebagai editor di media masa sungguh berat. Soalnya dia harus baca koran itu semua sampe tuntas buat cari dan benerin kata yang salah. Padahal media masa kan kertasnya gede bngt!

Comments are closed

Advertisement

Arsip sejak Maret 2007

Gratis RSS-Email-Twitter

Klik Play-Tonton Video

Tired of driving? Go online grocery shopping at eFoodDepot.com
Do you need flowers? Check wholesale flowers USA nationwide delivery.
Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten web ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan tidak bertanggung jawab atas komentar dan artikel tulisan pembaca. Balige Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara Indonesia. Berita terbaru Artikel menarik Video unik terbaik.