Anggodo bisa jamin kasus selesai, kata polisi

Posted by Jarar Siahaan on Nov 5th, 2009 and filed under Kutipan Media. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Blog Berita — SIAPA ANGGODO WIDJOJO. Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Susjo Duadji, sudah lama berteman dengan Anggodo Widjojo, sejak Susno masih bertugas sebagai Wakil Kapoltabes Surabaya.

Sosok Anggodo Widjojo saat ini seolah bagai meteor yang melesat di tengah ruwetnya kasus rekaman rekayasa (kriminalisasi KPK). Namun, sesungguhnya, di komunitas para “makelar kasus”, namanya sudah lama populer dan disegani.

ANGGODO DAN YULIANA Foto: JPNN

ANGGODO DAN YULIANA Foto: JPNN

Orang-orang di sekitar Jalan Karet, Surabaya, sangat mengenal sosok ini. Untuk orang-orang kecil, seperti pedagang asongan di sekitar kawasan rumahnya, Anggodo adalah sosok yang royal. Karena kedermawanannya, orang-orang di kawasan itu sangat segan. Lebih-lebih keluarga Anggodo termasuk golongan berpunya.

“Bapaknya orang terkaya di sini. Sempat punya bank dan semua toko kelontong di kawasan ini milik bapaknya,” kata Slamet, salah seorang penjual warung PKL di kawasan Jalan Karet. Namun, Slamet mengatakan bahwa rumah milik keluarga Anggodo sekarang lebih sering tutup. “Jarang terlihat aktivitas di sana,” imbuhnya.

Ini memang beralasan. Tujuh tahun terakhir Anggodo lebih sering menghabiskan waktu di Jakarta ketimbang di Surabaya. “Sejak 2002, dia lebih sering di Jakarta. Dia mengembangkan jaringan di sana,” ucap seorang perwira polisi yang tak mau disebutkan namanya.

Sebenarnya, apa sih yang menjadi usaha inti Anggodo? Penelusuran media grup JPNN menunjukkan bahwa background Anggodo sebenarnya adalah pengusaha kayu jati. Namun Anggodo bukan pengusaha kayu jati biasa.

“Dia rajanya jati. Kalau tak lewat dia, kayu jati sulit keluar dari Perhutani,” kata seorang bekas pengusaha kayu yang cukup ternama.

Menurut dia, kayu Jawa adalah spesialisasi Anggodo. “Terutama kayu jati yang diolah untuk flooring (lantai),” ucapnya. Di bisnis itu Anggodo boleh dibilang “memonopoli”, terutama di Jawa. “Kalau tak lewat dia, selalu saja ada masalah dengan Perhutani,” tambahnya.

Besar lewat bisnis kayu jati, Anggodo Widjojo lantas melebarkan sayap usaha. Dia mulai bersentuhan dan menjalin kedekatan dengan aparat hukum. Setapak demi setapak, dia membangun “karir” sebagai makelar kasus kelas kakap di Surabaya.

“Boleh dibilang, saat saya masih ingusan, Anggodo sudah menjadi raja di Surabaya. Sepanjang 1990-an, nama Anggodo bisa menjadi jaminan kasus selesai,” tutur seorang perwira polisi yang mengaku cukup dekat dengannya.

Perwira tersebut pun mengatakan bahwa kelebihan Anggodo adalah sifatnya yang royal, gampang berkomunikasi, serta bisa di-sambati. “Sering, meski hanya kongkow-kongkow, Anggodo memberikan uang tanpa ada pretensi apa pun,” tuturnya.

Selain itu, perhatian Anggodo Widjojo kepada seseorang pun sampai ke keluarga. Misalnya, Anggodo tak jarang membantu pengobatan anak seorang temannya yang sakit. Tapi pada gilirannya, ketika Anggodo sedang “butuh”, teman-temannya tadi pun segan untuk tak membantunya.

Maka, bukan pemandangan yang aneh, di setiap acara kongkow Anggodo di Surabaya, selalu terlihat aparat penegak hukum. Entah itu pejabat polisi, kejaksaan dan sebagainya.

Luasnya jaringan (yang siap membantunya) itulah yang membuat Anggodo menjadi makelar kasus yang paling andal di Surabaya. Kabarnya, saat menjadi Wakapolwiltabes Surabaya, Susno Duadji pun cukup dekat dengannya di sana.

Seiring dengan perkembangan waktu, teman-teman yang telah “dibina” Anggodo sejak masih menjadi perwira menengah atau bahkan pertama, pun lantas menapak karir yang lebih tinggi. Itu pulalah yang membuat Anggodo menapaki status lebih tinggi lagi.

Konsekuensinya, sejak 2002 lalu, Anggodo lebih sering di Jakarta. Wilayah “permainan”-nya pun kini di Jakarta, bukan hanya lokal Surabaya. “Ke Surabaya bila ada kasus-kasus yang penting saja, atau ada kasus-kasus khusus,” tambah perwira tersebut.

Di Jakarta, sumber-sumber di kepolisian mengatakan bahwa kelas Anggodo untuk “membereskan sebuah kasus di bawah tangan” sudah selevel dengan Artalyta Suryani, pengurus kasus Nursalim yang dibekuk KPK beberapa waktu lalu.

“Sangat kakap dan punya akses langsung ke pejabat-pejabat penentu keputusan,” tuturnya.

Malah menurut sumber tersebut, Anggodo dulu pernah dimintai tolong Antasari Azhar untuk mengurus kasus pembunuhan Nasrudin yang melibatkan dirinya. Namun, karena bukti-bukti sudah kuat dan “terlalu berbahaya untuk dimainkan”, Anggodo tak sanggup. Akhirnya kasus tersebut jalan terus. Karena itulah, Antasari kemudian memerintahkan anak buahnya untuk “membidik” Anggoro.

“Di mana kemudian, Anggoro dan Anggodo ‘menyerang balik’ ke KPK,” tuturnya. Meski kebenarannya harus dibuktikan terlebih dulu, yang jelas, runtutan kronologinya itu cukup masuk akal.

Selain itu, Anggodo pun dikenal sangat flamboyan. Dia gampang luluh terhadap wanita. Ong Yuliana adalah salah satu contohnya. Anggodo dan Ong Yuliana dikenal dekat sejak 2006 lalu. Itu terjadi ketika pria bernama Tionghoa Ang Tju Nek tersebut membantu kasus Ong Yuliana yang baru saja menjadi kontroversi di Surabaya, karena dibantarkan oleh Polres Surabaya Selatan dalam kasus narkoba. Apalagi, selain cantik, Ong Yuliana mempunyai kemampuan pijat totok yang cukup mumpuni untuk menyembuhkan penyakit syaraf.

Pada 2007, Ong Yuliana ditangkap Unit Idik II Satnarkoba Polwiltabes Surabaya. Namun, ketika ditangkap Polwil, Ong Yuliana tak mendapatkan keringanan. Beberapa sumber mengatakan, polisi “kapok bermain” dengan Ong Yuliana. Buktinya, Ong tetap ditahan. Namun, Kanit Idik II Satnarkoba Polwiltabes Surabaya AKP Effendi mengatakan, penahanan yang dia lakukan waktu itu sudah prosedural.

“Kami tak pernah mau bermain-main dengan kasus narkoba,” tutur perwira yang kini menjabat Kanit Idik I Satnarkoba Polwiltabes Surabaya tersebut [sumber: JPNN/Kardono Setyorakhmadi].

tafbutton blue16 Anggodo bisa jamin kasus selesai, kata polisi

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!

Masukkan email Anda untuk BERLANGGANAN GRATIS:

Setelah diklik, ikuti petunjuk dari FeedBurner, cek email Anda.

Jumlah pelanggan Blog Berita via RSS & email Cara tampilkan fotomu pada komentar. Jumlah Pembaca KLIK DI SINI

Comments are closed

Advertisement

Arsip sejak Maret 2007

Gratis RSS-Email-Twitter

Klik Play-Tonton Video


Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten web ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan tidak bertanggung jawab atas komentar dan artikel tulisan pembaca. Balige Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara Indonesia. Berita terbaru Artikel menarik Video unik terbaik.